Cerita Fiksi Nikmatnya Phone Seks Dengan Gre JKT48 Bag 2

July 20, 2025

Pagi ini aku terbangun karna telpon dari Gre, dia minta dijemput hari ini. Aku belum sempat mandi dan sarapan, tapi langsung bergegas menjemput Gre dan mengantarnya ke kampus. Kami tidak banyak bicara di mobil saat itu, aku masih canggung padanya, mngkin karena kelakuanku, mengajaknya melakukan Phone Sex, dan ini adalah pengalaman pertama baginya.

Sejak saat itu aku rutin melakukan phone sex, pernah suatu hari aku minta Video Call sambil coli, kuperlihatkan kontolku padanya, sambil mendesah2, tapi tiba2 Gre menutup telponnya. Kemudian mengirimiku sebuah chat yg membuatku tidak pernah minta hal2 aneh2 lagi kepadanya. Isinya chatnya saat itu adalah, “Tolong jangan berlebihan, kita belum waktunya untuk berbuat sejauh ini”. Sejak itu, aku pun menjadi malu dan akhirnya tidak pernah minta phone sex lagi. Yang kulakukan klo sedang sange adalah coli sambil membayangkan ngentot dgn Gre. Padahal kekasihku sendiri, tapi dia benar2 menjaga kehormatannya.

Namun penyakitku hingga kini masih tetap saja kambuh, yaitu merasa senang jika melihat Gre dijadikan bahan coli oleh para fansnya. Penyakit yg tak bisa kusembuhkan. Makin lama makin menjadi dan makin gila. Bahkan aku membuat akun palsu di social media hanya untuk menyebar foto2 salkus Gre, hanya sekedar ingin melihat komentar2 panas dari para fansnya.

Waktu terus berlalu, suatu hari, aku pernah menjemput Gre di theater, tapi aku menunggunya terlebih dahulu karena show masih dimulai. Awalnya aku menunggu di St*rbucks, lama kelamaan bosen juga, dan akhirnya akupun jalan2 mengelilingi Mall Fx. Saat itu iseng aku naik ke F4, sesekali ingin kulihat penampilan Gre melalui layar TV di pintu masuk theater. Kulihat penampilannya, tubuhnya meliuk2 sungguh seksi. Para fans di depannya mengangkat Lighstick, ahhhh, aku jadi berpikir kotor, pasti ada salah satu dari fans yg membayangkan sedang ngentot dgn Gre. Duh, tiba2 saja adik kecilku menegang, ahhhh shit, rasanya ngilu, karena saat itu aku mengenakan celana skinny jeans.

Yg aku ingat saat itu, ada seorang Security berjalan keluar dari dalam theater, lalu kuajak ngobrol. Dia menyebutkan namanya yaitu Susilo, kami ngomong panjang lebar. Dari omongannya aku tau klo orang ini mata duitan. Akhirnya kutawari dia sebuah pekerjaan, dgn bayaran yg menggiurkan. Pekerjaan yg sangat beresiko, sengaja aku menyebutkan nominal bayarannya terlebih dahulu. Aku akan memberinya 10jt Rupiah, jika dia mau mengikuti intruksiku.

Awalnya dia bingung dan menatapku. Karena tidak ingin dia curiga, akhirnya aku ajak dia bertemu di lain waktu dan di luar theater. Akhirnya diapun setuju. Singkat cerita saat show telah berakhir, aku menunggu di mobil yg kuparkir di VIP Area di depan Lobby. Tak lama kemudian Gre masuk ke mobil, lalu kuantar pulang. Emang jauh sih, tapi namanya jg cinta, hehehe. Hubunganku dgnnya makin mesra, walaupun ada sedikit kendala karna kelakuanku yg kurang ajar, tapi sudah kuatasi.

Okee, itulah kisahku beberapa hari yg lalu. Kulihat jam tangan yg kukenakan, sudah menunjukkan pukul 11 malam. Akupun menancap gas, bergegas ke Fx Sudirman, menjemput seseorang. Setiba di Lobby Fx, naiklah Susilo, seorang Security yg baru bertugas beberapa bulan. Tampangnya emang Ndeso sih, tapi badannya tegap dan sepertinya dia org yg berani. Kuajak dia ke sebuah tempat, yaitu Classic. Hmmmm, aku memesan 2 Bir Hitam. Kami berdua menikmati minuman ini sambil melihat pertunjukan Striptease.

Susilo hanya melotot melihat para gadis cantik itu berjoget2 sambil menunjukkan payudaranya. “Eh, maaf, gmana nih masalah pekerjaan itu?” Tiba2 Susilo tersadar dan bertanya padaku. Hmmmm, “Begini”, kujelaskan secara detail. Aku ingin Susilo menjebak Gre, memberinya minuman yg telah dicampur dgn obat tidur dosis tinggi, tapi aku ingin di sebuah tempat yg tidak diketahui oleh Gre, agar klo dia terbangun, dia tidak curiga sama sekali. “Ohh gampang itu bos, okee, kapan aku beraksi?”, tiba2 Susilo mengiyakan “pekerjaan kotor” dariku.

Setelah menikmati pertunjukkan striptease dan menghabiskan minuman, kami berdua akhirnya memutuskan untuk pulang, kuantar Susilo kembali ke mall Fx, karena dia kelupaan sesuatu di theater. Lalu akupun pulang.

Hari demi hari terus berganti, hubunganku dengan Gre tetap seperti biasa, namun “kelainan” pada diriku makin menjadi. Hampir tiap malam aku coli sambil melihat foto2 kekasihku ini sambil membaca komentar2 nakal dari para wota mesum. Sudah seminggu aku belum mendengar kabar dari Susilo, apakah dia lupa atau tiba2 mengurungkan niatnya untuk mengambil pekerjaan ini atau memang sedang mengatur strategi? Ahh entahlah, aku hanya bisa menunggu.

Ting, suara notifikasi HPku berbunyi, sebuah SMS masuk, “Bos, bisa ketemu di Lobby Fx ntar malem sekitar jam 11?”, tiba2 Susilo mengirimku SMS. Wah, rupanya Susilo sudah mendapatkan strategi nih. Akupun mengiyakan. Sebelum malam tiba, aku menelpon Gre, mengajaknya makan siang, lalu jalan2 dan kuantar kembali ke rumahnya. Kupastikan dia tidak ada theater hari ini dan tidak berencana ke Fx.

Malampun tiba, aku bergegas menuju Fx. Kutancap gas dgn kecepatan tinggi, karena tidak sabar mendengar strategi dari Susilo. Setiba di Fx, aku memarkirkan mobilku di shelter. Kutelpon Susilo, dan dia menyuruhku masuk ke mall dan menuju theater. Mall Fx memang tidak pernah tutup, walaupun jam operasional sampe pukul 10 malam, tapi tetap buka.

Akupun berlari kecil, masuk ke dalam Mall melalui lobby, lalu naik ke F4 melalui tangga eskalator yg sudah tidak beroperasi jam segini. Huuhhhhh, capek banget rasanya. Setiba di F4, kulihat Susilo berdiri di depan pintu berwarna merah. Lalu dibuka pintu tersebut dan aku disuruh masuk ke dalam. Baru kali ini aku melihat backstage theater, ada banyak baju2 para member yg digantung. Ada cermin besar jg. Ternyata di ruangan ini ada 2 orang lagi selain Susilo.

Bos, nih kenalin temen gw. Kami pun berkenalan, dan nama mereka adalah Jono dan Iwan. Kami berbincang, aku ingin mendengar bagaimana strateginya. Dan ternyata menurut mereka, Backstage inilah tempat yg tepat dan aman, karena klo malam tiba, hanya para security theater dan security Fx yg bisa mondar mandir di dalam mall dengan bebas. Akhirnya aku menyetujuinya. Kata Susilo, besok adalah jadwal Tim KIII, jadi, besok adalah waktu yg tepat untuk mengerjai Gre. Kuberi sebutir obat yg kubeli dgn harga yg tinggi dari seorang bandar yg tidak akan kusebut namanya. Obat ini sangat ampuh dan dosisnya tinggi, bukan sekedar obat biasa, namun akan memberikan efek yg begitu keras. Membuat siapa saja yg meminumnya akan tertidur pulas selama kurang lebih 3 jam dan tidak akan teringat apapun yg telah terjadi.

Susilo menerima obat tersebut, lalu dia akan menelponku jika semua sudah siap. Kuberi Susilo 1jt, sebagai tanda jadi. Susilo sangat senang mendapatkan uang dariku. Lalu akupun keluar dari theater, menuju mobil dan kembali ke rumahku.

Keesokan harinya, aku mempersiapkan segala peralatan yg akan kugunakan untuk melancarkan aksiku malam nanti. Kamera, Tripod, Handycam, semua kupersiapkan, kumasukkan ke dalam tas. Sore ini kujemput Gre dari Kampusnya, lalu bergegas menuju Fx, karena dia akan show hari ini. Aku benar2 deg2an melihat wajahnya yg cantik. Aku tidak sabar ingin segera “mengerjai” nya malam nanti.

Setiba di Fx, kukecup kening Gre, lalu dia pun turun dan berlari kecil menuju ke theater. Banyak Wota yg melirik ke arah pantatnya, seakan2 ingin meremasnya. Ahhhh, untung saja kaca mobilku gelap, sehingga tidak bisa dilihat dari luar. Akupun menunggu malam, kuhabiskan waktu di Senayan City. Sebuah mall yg letaknya cukup dekat dengan Fx. Aku memilih nonton Film agar waktu berjalan dgn cepat.

Selama film berlangsung, aku tidak bisa fokus, yg aku bayangkan adalah apa yg akan terjadi nanti. Aku terus membayangkan wajah Gre. Jangankan melihat tubuhnya, membayangkan wajahnya saja membuatku sange. Benar2 kekasih pujaan hatiku, tapi sayang dia benar2 menjaga kesucian dirinya, meskipun dariku sekalipun. Tapi aku menghormati keputusannya, tapi nafsuku berkata lain, hehehe.

“Kak, aku udah selesai, jemput aku 1 jam lagi ya”, Chat dari Gre. Itu tandanya dia masih tersadar, setelah kubalas Chatnya, akupun kembali menunggunya. Kali ini kupacu mobilku menuju Fx, dan memarkirkannya di Basement. Kutunggu momen tersebut di dalam mobil. Aku sangat tidak sabar. Entah berapa lama aku tunggu, hanya saja yg kuingat cukup lama. Kulihat jam tanganku menunjukkan pukul 11:30 malam, tapi belum ada kabar dari Susilo. Apakah kali ini dia tidak berhasil?

Makin lama aku makin tidak sabar, Ahhhh, sudahlah, gak berhasil. Akupun mengurungkan niat, kemudian kutelpon Gre, tuuuuut,, tuuuuut, tuuuut. Tidak diangkat olehnya, lalu beberapa saat kemudian, sebuah SMS masuk ke HPku. “Bos, udah siap nih, naik ke theater”, ternyata itu SMS dari Susilo. Kuambil tas ransel berisi perlengkapanku. Akupun memarkirkan mobilku di depan lobby Fx. Hanya ada seorang security, namun sepertinya dia sedang sibuk main HP. Akupun berlari kecil naik ke F4.

Setiba di F4, Susilo sudah menungguku di pintu merah kemarin. Akupun bergegas masuk. Susilo mengunci pintunya. “Mana Gre?”, Tanyaku. Lalu Iwan membopong Gre yg sudah tertidur pulas. Rupanya obatnya sudah bereaksi. Gre mengenakan baju berbahan tipis dgn celana jeans ketat. Saat membopong Gre, kulihat tangan Iwan meremas bokongnya. “Kenyal bgt nih pantat”, kata Iwan. Lalu Iwan membaringkan Gre di lantai backstage.

Kemudian Jono pun datang, “Bos, kita perkosa yuk”, kata Susilo, “Husss, jangan, dia masih perawan”, kataku, “Trus kita apakan nih bos?”, tanya Iwan. Kemudian aku membuka kaitan dan jg resleting celananya, kupelorotkan hingga terlihat paha mulusnya dan selangkangan indahnya. Kutarik celananya hingga terlepas seluruhnya. Kunyalakan kameraku, dan mulai kurekam, lalu kupotret. Kemudian kubuka bajunya. Kuserahkan kamera ini ke Jono, dia yg memotret apa yg kulakukan, sementara Handycam kutaruh di atas tripod yg sudah kupasang.

Kuremas2 toket Gre, lalu Iwan datang, dan ikut meremas toketnya. Duh, aku bener2 sange dibuatnya. Apalagi saat melihat Iwan menikmati remasan di toketnya. “Eh, kalian bebas deh mau ngapain aja, asal jgn di entot ya, dia masih perawan”, kataku pada mereka. Mendengar perkataanku, Susilo tampak seperti anjing bulldog yg sedang mengejar mangsanya. Langsung bergerak dgn cekatan membuka cd dan BH Gre hingga kini dia telanjang bulat. Kuambil kamera dari Jono dan kusuruh dia ikut menikmati tubuh kekasihku ini.

Iwan dgn penuh nafsu menjilati puting susu Gre. Gadis 18 tahun ini terkulai lemas tak berdaya dan tak sadar, sementara itu 3 orang lelaki berbadan tegap ini sedang sibuk menggerayangi tubuhnya. Tampak Iwan yg sudah bernafsu, membuka celananya, lalu mengeluarkan kontol besarnya. Digesek2kan kontolnya di mulut Gre yg sedang tertutup rapat itu.

Kupotret semua apa yg mereka lakukan. Sementara itu Susilo jg ikutan membuka celananya, lalu mengarahkan kontolnya ke puting susu Gre. Melihat hal ini, membuat nafsuku makin memuncak. Kubuka celanaku, kemudian kukocok kontolku sendiri. Nikmat sekali rasanya. Sensasinya sungguh luar biasa melihat kekasih yg kusayangi sedang dinikmati oleh orang lain. Sementara itu Jono sedang asik menjilati memek Gre, rupanya dia benar2 gila karena pertama kali melihat memek seorang gadis cantik sedekat itu. Jono pun melepas celananya.

Kami berempat sudah tidak pakai celana, sementara itu Gre telanjang bulat dan masih pingsan karena pengaruh obat tadi. “Bos, aku entot ya”, kata Jono yg sudah benar2 bernafsu. “Jangan, udah kubilang jangan”, jawabku, “Bos, udahlah, kita entot bareng2 aja deh, gk tahan nih”, kata Susilo kepadaku. Mereka kompak ingin mengentot memek Gre yg masih perawan itu.

Tiba2 Iwan menaiki tubuh Gre, lalu digesek2kan kontolnya di sela2 payudara Gre, kemudian kedua tangannya memegang buah dadanya agar menjepit kontolnya. Ahhhhhhh, tiba2 Iwan mengerang, ahhh rupanya Iwan sudah klimaks, pejunya muncrat mengenai wajah Gre yg manis itu. Iwan pun mengambil tisu dan membersihkan wajah Gre dari spermanya. Sensasinya benar2 luar biasa, tubuh kekasihku terkena sperma dari lelaki lain.

Kusuruh Iwan memegangi Gre dari belakang, mengangkatnya lalu melebarkan kedua pahanya sehingga memeknya terlihat merekah di depanku. Daripada aku harus menunggu bertahun2 untuk dapat menikmati lubang ini, ada benarnya jg para security. Kuolesi kontolku dgn lotion yg terdapat di meja rias para member. Lalu mengolesi memek Gre, kusuruh Iwan menarik tubuh Gre lebih kuat agar posisinya makin mengangkang. Kuarahkan kontolku ke lubang memeknya. Kugesek dgn perlahan lalu kutekan. Sedikit demi sedikit kontolku masuk ke dalam memeknya yg begitu sempit ini.

Kudorong terus secara perlahan hingga masuk setengah. Setelah itu kembali kudorong dan akhirnya blessss, masuk semua. Kogenjot memek Gre dgn tempo yg sedang. Kusuruh Iwan melepas Gre dan membaringkannya kembali di lantai. Jono dan Susilo memegangi kakinya agar tetap mengangkang. Kugenjot terus dan makin lama rasanya makin nikmat. Ahhhhh, ternyata begini rasa memek kekasihku. Ahhhh terus kugoyang, sementara itu Iwan kembali meremas2 payudara Gre. Ahhhhh, sepertinya aku mau keluar, nikmatnya sudah memuncak, ahhhhhh, kucabut penisku lalu kutumpahkan pejuku di perut Gre. Ahhhh inilah pertama kalinya aku ngentot dgn kekasihku sendiri.

Ahhhh, akhirnya, akupun menjadi lemas. Kuambil kamera dan kupotret kembali tubuh bugil Gre ini. Kemudian Iwan berganti posisi dgn Susilo. Iwan memegangi kaki Gre, dan Susilo mulai menggenjot memek Gre. Kurekam kejadian ini. Aku benar2 menikmati apa yg mereka lakukan terhadap tubuh kekasihku. Makin lama Susilo makin gila, digenjotnya dgn kencang.

Entah berapa lama Gre dikerjain, lalu tiba2 Susilo menyemprotkan pejunya di payudara Gre. Lalu secara bergantian, kini giliran Jono yg menikmati tubuh indah kekasihku itu. Tubuhku menjadi lemas, aku hanya duduk sambil bersandar di dinding backstage theater ini. Kulihat mereka secara bergantian menikmati tubuh Gre. Perlakukan mereka membuat kontolku tegang kembali. Kudekati tubuh Gre, lalu kuputar tubuhnya agar posisinya menjadi tengkurap. Kuangkat pantatnya yg tebel ini. Dgn inisiatif Jono mengambil sebuah kursi, lalu tubuh Gre ditaruh di atas kursi sedangkan kakinya tetap menjulur ke bawah, sehingga pantatnya dapat dgn bebas kunikmati.

Kusodok kembali memeknya dari belakang. Ahhhh, rasanya memang tidak sesempit tadi, tapi masih luar biasa. Kuremas pantatnya, kumain2kan anusnya. Ternyata seperti ini bentuk keindahan tubuh kekasihku ini. Kusodok dgn tempo yg cepat. Aku benar2 menikmatinya. Ahhhh, gak sampe 5 menit, pertahananku kembali jebol, kenikmatan yg kurasakan kembali memuncak. Pahaku terasa ngilu saking nikmat jepitan memeknya. Ahhhhh, kucabut penisku dan pejuku menyemprot ke pantat Gre.

Huhhhhhh, benar2 sebuah kenikmatan yg tiada tara. Akhirnya aku memakai kembali celanaku. Kuberikan uang yg kujanjikan kepada Susilo, dan kupersilahkan mereka menikmati tubuh Gre dgn satu syarat, jgn keluarin di dalem, dan setelah itu mereka harus membersihkan tubuhnya lalu memakaikan pakaiannya kembali. Buat seolah2 Gre hanya ketiduran dan tidak terjadi apa2. Akupun kembali ke mobil, dan tertidur di mobil.

Entah berapa lama kemudian, tiba2 ada seseorang yg mengetok jendela mobilku. Ahhh, akupun terbangun, sedikit terkejut, saat kulihat ternyata Gre. Diapun masuk ke mobilku. “Maaf bgt kak, aku ketiduran, capek bgt, maaf ya, lama bgt ya nunggunya?”, kata Gre, “Iya, lama bgt, sampe aku ketiduran tau”, aku berpura2 ngambek, “Maaf ya Kak, aku bener2 ketiduran”, kata Gre kembali, “Lain kali jgn kyk gtu ya, klo ada apa2 gmana?” tanyaku, “Iya, maaf kak, tapi ada Babeh Susilo kok, dia baik bgt jagain aku tadi” kata Gre kembali.

Aku hanya sedikit tersenyum, akhirnya bisa kunikmati tubuh kekasihku ini, dan aku bisa melaksanakan “kelainanku” kali ini. Sungguh luar biasa menikmati memek kekasih dan juga melihat orang lain menikmatinya. Sensasinya benar2 melipatgandakan kenikmatan yg kuraih. “Kak, udah malem bgt, aku nginep di kostan Nadila aja ya”, kata Gre. Akupun mengantarnya ke Kostan Nadila. Kulihat Gre serasa tak nyaman, berkali2 memegang bagian selangkangannya. “Kenapa sayang?” tanyaku, “Gk ada kak, cuma agak perih aja, gk tau knp”, kata Gre. Waduh, mampus, jgn sampe dia ketauan klo dia udah gak perawan lagi.

Setiba di kostan Gre, aku mengecup keningnya kembali, lalu dia pun berlari kecil menuju ke dalam kostan. Setelah memastikan dia masuk ke dalam kost, akhirnya akupun pulang ke rumah. Huhhhhhh, capek bener.

SEKIAN