Saat itu Rangga dan 3 orang fotografer lainnya sedang menunggu kedatangan Chika di sebuah Villa di Jakarta. Mereka sudah janjian untuk melakukan photoshoot bertemakan kolam renang. Selain Rangga ketiga fotografer lainnya yaitu Mike, Arif dan Rico adalah wotagrafer yg doyan berburu foto2 seksi para ex member. Diantara ke empat fotografer tersebut, Rangga memiliki tubuh yg bisa dikatakan perfect, memiliki wajah yg tampan, body yg atletis dan sixpack serta tinggi badan seperti seorang atlit.
Sore hari pun tiba, para fotografer sudah mempersiapkan “senjata” mereka masing2. Sementara itu bel berbunyi, dan Rangga berlari kecil melihat ke depan dan membuka pintu. Ternyata Chika mengenakan tanktop berwarna putih dan celana jeans sudah tiba. Rangga membukakan pintu dan mereka pun berkenalan. Chika tampak terpesona melihat ketampanan Rangga, begitu juga sebaliknya, Rangga terpesona melihat seorang gadis cantik dan imut sedang berdiri di hadapannya. “Udah siap?”, tanya Rangga, “Udah kak”, jawab Chika.
Kemudian Rangga mempersilahkan Chika untuk masuk ke kamar mengganti pakaiannya, sementara itu Rangga bergabung dgn fotografer lainnya untuk bersiap2. Beberapa menit kemudian Chika keluar mengenakan minisheet dan hot pants. Sebuah bikini yg tampak lebih sedikit “sopan”. Sesi foto pun dimulai, berbagai pose dilakukan oleh Chika.
Rangga agak sedikit kurang fokus, karena terpesona dgn kecantikannya. Chika pun sesekali melirik ke arah Rangga dan tersipu malu saat Rangga tersenyum ke arahnya. Berbagai pose telah dilakukan, dan akhirnya Chika masuk ke dalam kolam renang. Di dalam kolam renang, keempat fotografer ini mengambil beberapa gambar hingga akhirnya sesi fotopun usai. Namun sepertinya Chika masih ingin menikmati berenang.
Rangga masih fokus melihat Chika dari pinggir kolam. “Chik, gak bisa berenang ya? Kok disitu doank?” tanya Rangga, “Iya nih Kak, ajarin donk”, jawab Chika. Mendengar permintaan itu, Rangga langsung membuka baju dan celananya, dan menyisakan boxer yg dikenakannya. Chika tampak sedikit tertegun melihat perut sixpack Rangga. Tak lama kemudian Rangga melompat ke dalam kolam dan berenang mendekati Chika. Tangan Rangga meraih tangan Chika kemudian menariknya. Mengajarinya berenang. Chika tampak antusias mengikuti arahan Rangga.
Setelah beberapa lama kemudian, Rangga coba memegang tubuh Chika lalu mendorongnya agar terapung di kolam renang, namun berkali2 tenggelam. Rangga hanya tertawa melihatnya. Karena kaki Chika tak sampai menyentuh dasar kolam, diapun tenggelam dan dengan sigap Rangga memeluk tubuhnya dan mengangkatnya, kemudian ditarik kembali ke tempat yg lebih dangkal.
Mereka berdua tampak asik bermain di kolam renang, hingga malam pun tiba. Ketiga fotografer lainnya sedang asik mengobrol dan mengedit hasil jepretannya di dalam Villa. “Eh maaf”, kata Rangga ketika tanpa sengaja tangannya menyentuh payudara kecil Chika. “Gk apa2 kok kak, namanya jg belajar”, kata Chika yg sedikit memberi akses bagi Rangga untuk berbuat lebih. Rangga kembali memeluk tubuh Chika lalu dibopong di atas air dan kemudian melepasnya kembali mengajarinya berenang. “Kak ajarin aku biar bisa terapung terlentang donk”, pinta Chika. Kemudian Rangga meraih tubuh Chika dari belakang kemudian menariknya hingga kakinya terangkat dan mulai terapung.
Tanpa sadar ternyata tangan Rangga berkali2 menyentuh buah dada Chika. Makin lama makin terasa dan saat Rangga sudah tersadar karena tangannya merasakan empuknya gundukan bukit di dada Chika tersebut. Namun Chika tidak protes akan hal tersebut. Tangan Rangga makin lama makin nakal, sengaja ia sedikit mengangkat tangannya dan pura2 tidak tau klo dia menggenggam buah dada Chika. Namun tetap saja, Chika tidak protes dan hanya diam saja.
Lalu Rangga pun merubah posisinya, yg tadinya hanya memegang saja, kali ini Rangga memberanikan diri memeluk Chika dari belakang sambil menarik2 tubuh Chika agar tetap terapung di kolam renang. Makin lama, makin hanyut dalam suasana, hingga akhirnya tangan kanan Rangga mulai nakal dan meremas2 buah dada Chika. Dia tetap terdiam dan sesekali menggigit bibir bawahnya.
Rangga menyeret Chika ke pinggir kolam, lalu Chika berpegangan pada pinggiran kolam sementara itu Rangga berdiri di belakangnya sambil tetap memegangi buah dada Chika. Kini kedua buah dada Chika diremas dgn perlahan oleh Rangga. Desahan mulai keluar dari mulut Chika. Rangga mendekati tubuh Chika dan kali ini dia mulai menggesek2an kontolnya yg sudah tegang dari balik boxer ke sela2 pantat Chika yg masih mengenakan hot pants. Chika menikmati apa yg dilakukan oleh Rangga.
Merasa “adik kecilnya” sudah kesakitan akibat tertahan oleh boxer, Rangga mulai berani memelorotkan boxernya hingga kontolnya bebas berdiri tegak. Chika yg merasakan pantatnya ada yg mengganjal, agak sedikit kebingungan. Chika kemudian berbalik arah dan melihat ke dalam kolam dan ternyata dia melihat kontol Rangga yg begitu besar berdiri tegak siap menerjangnya. Chika memeluk Rangga lalu tangannya berusaha meraih kontolnya yg tegang itu. Kemudian Chika mengarahkan selangkangannya tepat di atas kontol Rangga dan mulai maju mundur memainkannya dari balik hot pants yg dikenakannya.
Sesekali desahan terdengar dari mulut Chika. “Kak, aku horny”, kata Chika setengah berbisik ke telinga Rangga. Kemudian Rangga menyuruh Chika naik ke atas, dan Rangga pun ikutan naik ke atas tanpa mengenakan sehelai benangpun. Kontolnya berdiri tegak dan bebas. Chika tersenyum melihat tubuh bugil Rangga. Tiba2 saja Rangga menerjang bibir Chika, menciumnya dgn panas dan tangannya memainkan selangkangan Chika.
Desahan terdengar makin keras dari mulut Chika. “Ahhhh,, ahhhh, geli kak”, kata Chika sambil menggeliat karena selangkangannya dimainkan oleh jari2 nakal Rangga. Tiba2 saja dgn cekatan Rangga memelorotkan hot pants Chika hingga terpampang jelas memek dgn bulu halus yg tipis miliknya. “Jangan di sini kak, malu diliat yg lain”, kata Chika. Namun karena nafsu sudah menguasainya, Rangga langsung mengangkat tubuh kecil Chika, menggendongnya dan mengarahkan kontolnya ke lubang memek Chika. Awalnya hanya digesek2 hingga akhirnya blesss, kontol Rangga yg besar masuk ke dalam lubang memek Chika yg begitu sempit.
Rangga tampak begitu gagah saat mengentot memek Chika sambil menggendongnya. Desahan Chika makin menjadi. Memeknya berdenyut seolah2 ingin menjepit kontol Rangga. “Ehhh busyeeet, lagi ngentot dia”, kata Arif, “Woiiii ikutan”, kata Mike yg kemudian membuka celananya dan mendekati Rangga dan Chika. Sodokan yg begitu brutal di memek Chika membuatnya benar2 menggelinjang. Mike yg sudah begitu bernafsu kemudian jongkok di belakang Chika, lalu menjilati lubang anus Chika. “Ahhhh, enak kak, Ahhhh”, kata Chika. Lidahnya berusaha masuk ke lubang anusnya namun begitu sempit sehingga gagal.
Sementara itu Rick dan Arif sibuk memotret mereka. Rangga yg sedikit kelelahan kemudian terus membopong tubuh Chika lalu tiduran di kursi pinggir kolam. Kali ini posisi Chika WOT. Chika dan Rangga saling berciuman dgn ganasnya, sementara itu Mike masih tetap menjilati lubang anus Chika. Makin lama Chika makin menggelinjang, goyangannya makin keras dan “ahhhhhh kaaak, aku keluaar”, kata Chika diikuti oleh hujaman keras kontol Rangga.
Tubuh Chika terkulai lemas di atas tubuh Rangga. Lalu Mike mulai membasahi lubang pantat Chika dgn cairan orgasme dari memeknya. Kemudian mulai memasukkan jarinya dan bermain2 di dalam lubang anus Chika. “Ihhh kak, jijik”, kata Chika. Tapi karena sudah kesetanan, Mike terus menghujamkan jarinya ke dalam lubang pantat Chika dan kemudian mencabutnya dan menggantinya dgn kontol. Mike berusaha menyodok anus Chika. “Ahhh jangan kaak, sakit, jangaaaan” kata Chika sambil meringis kesakitan saat kontol Mike mulai menyeruak masuk ke dalam lubang pantatnya.
Sodokan kontol Rangga yg masih tertancap di lubang memek Chika makin menjadi. Kini kedua lubang kenikmatan Chika sudah penuh oleh kontol2 para fotografer bejat. Arif pun datang mendekati mereka. Dia sudah telanjang bulat, kemudian menyodorkan kontolnya ke wajah Chika. Tanpa perlu diajari Chika menggenggam kontol Arif kemudian memasukkannya ke dalam mulutnya. Mereka berempat benar2 tergila2 menggarap tubuh kecil Chika. Wajah Chika sedikit meringis kesakitan saat sodokan Mike di lubang pantatnya semakin cepat dan keras.
Mike makin kesetanan menggenjot anus Chika. Sempitnya lubang anus Chika membuat Mike tak bisa membendung kenikmatannya, “Ahhhhhhh”, lenguhan panjang dari Mike saat dia mengalami ejakulasi. Spermanya menyembur di dalam lubang pantat Chika. Akhirnya Mike mencabut kontolnya dari lubang pantat Chika. Melihat anus Chika nganggur, kemudian Rico mendekatinya lalu tanpa aba2 menyodok lubang anus Chika. “Ahhhhh sakiiiit”, protes Chika.