Kamar tidur punya suaranya sendiri. Dan ketika sang suami pulang, ia langsung mendengarkan kebisingan dari kamar. Suaranya itu menggemparkan. Suaranya itu tak sengaja. Suaranya itu berasal dari istri yang sedang berhubungan intim dengan satu pria lain. Abg toketnya montok banget, dan suaranya melaju di udara. Suaranya itu bikin suami terkejut. Suaranya itu bikin suami marah. Suaranya itu bikin suami mengetahui bahwa istri sedang berselingkuh.
Suami langsung masuk ke kamar. Matanya langsung ke arah tempat suaranya itu berasal. Suaranya itu berasal dari tempat tidur. Suaranya itu berasal dari istri. Istri yang sedang berhubungan intim dengan pria lain. Pria itu bukan suami. Pria itu adalah teman dekat istri. Teman dekat istri yang sedang menggembalakan istri suami yang masih hidup. Suami langsung marah. Suami langsung menjerit. Suami langsung mengatakan, ‘Apa yang kamu lakukan ini?!’ Suami langsung mengatakan, ‘Kamu sedang berselingkuh dengan siapa?!’ Suami langsung mengatakan, ‘Kamu sudah berselingkuh selama berapa lama?!’ Istri langsung menutup matanya. Istri langsung menangis. Istri langsung mengatakan, ‘Maafkan aku, suami. Aku sudah salah. Aku sudah berselingkuh dengan teman dekatku. Aku sudah berselingkuh dengan siapa punya nama. Aku sudah berselingkuh selama satu tahun.’
Suami langsung melangkahkan kaki ke arah istri. Suami langsung menggunakan kekuatannya. Suami langsung menyentuh istri. Suami langsung mengatakan, ‘Kamu akan menerima hukumanmu, istri. Kamu akan menerima hukumanmu karena berselingkuh.’ Istri langsung menangis lagi. Istri langsung mengatakan, ‘Saya menyesal, suami. Saya menyesal karena sudah berselingkuh. Saya menyesal karena sudah menghina pernikahan kami. Saya menyesal karena sudah menghina cinta kami. Saya menyesal karena sudah menghina keluarga kami. Saya menyesal karena sudah menghina diri sendiri. Saya menyesal karena sudah menghina diri sendiri sebagai wanita. Saya menyesal karena sudah menghina diri sendiri sebagai istri. Saya menyesal karena sudah menghina diri sendiri sebagai manusia.’
Suami langsung mengatakan, ‘Tetapi, istri, kamu harus menerima hukumanmu. Kamu harus menerima hukumanmu karena berselingkuh. Kamu harus menerima hukumanmu karena telah merusak pernikahan kami. Kamu harus menerima hukumanmu karena telah merusak cinta kami. Kamu harus menerima hukumanmu karena telah merusak keluarga kami. Kamu harus menerima hukumanmu karena telah merusak diri sendiri. Kamu harus menerima hukumanmu karena telah merusak diri sendiri sebagai wanita. Kamu harus menerima hukumanmu karena telah merusak diri sendiri sebagai istri. Kamu harus menerima hukumanmu karena telah merusak diri sendiri sebagai manusia.’ Istri langsung mengangguk kepala. Istri langsung menerima hukuman. Hukuman itu adalah pemisahan. Hukuman itu adalah akhir dari pernikahan mereka. Hukuman itu adalah akhir dari cinta mereka. Hukuman itu adalah akhir dari keluarga mereka. Hukuman itu adalah akhir dari diri mereka. Hukuman itu adalah akhir dari diri mereka sebagai manusia.